LAPORAN AKHIR
SMART TRASH BIN
a. Prosedur[kembali]
Siapkan seluruh komponen yang diperlukan, yaitu sensor infrared, sensor jarak GP2Y0A21YK0F, IC op-amp LM358, IC counter 74192, IC decoder 74LS47, IC gerbang AND 7408, IC gerbang NOT 7404, relay, solenoid push pull, potensiometer, resistor 220Ω dan 1kΩ, kapasitor, breadboard, kabel jumper, DC buck converter, dan adaptor DC 12V sebagai sumber daya utama.
Pasang sensor infrared pada bagian depan tong sampah sebagai pendeteksi keberadaan objek. Sensor ini akan mengirimkan sinyal logika ketika ada tangan atau benda yang mendekat ke arah sensor.
Hubungkan keluaran sensor infrared ke op-amp LM358 yang dikonfigurasi sebagai buffer untuk menstabilkan sinyal sebelum diteruskan ke relay. Relay ini berfungsi sebagai saklar otomatis yang akan mengaktifkan solenoid push pull untuk membuka tutup tong sampah.
Pasang sensor jarak GP2Y0A21YK0F di bagian dalam tong sampah untuk mendeteksi ketinggian sampah. Sensor ini akan menghasilkan tegangan analog yang berbeda-beda tergantung jarak permukaan sampah terhadap sensor.
Hubungkan output sensor jarak ke op-amp LM358 yang dikonfigurasi sebagai komparator. Atur tegangan referensi menggunakan potensiometer untuk menentukan batas kondisi tong kosong, setengah penuh, dan penuh.
Keluaran dari komparator dihubungkan ke IC counter 74192 yang akan mencatat kondisi kepenuhan tong. Counter ini akan menampilkan data dalam bentuk biner sesuai hasil pembacaan sensor jarak.
Sambungkan output IC 74192 ke IC decoder 74LS47 untuk mengonversi sinyal biner menjadi tampilan angka desimal pada display seven segment common anoda.
Gunakan IC gerbang AND (7408) dan NOT (7404) untuk mengatur logika sistem. Gerbang AND digunakan untuk mengaktifkan relay hanya ketika tong belum penuh, sedangkan gerbang NOT akan memutus sinyal ke relay jika tong sampah sudah mencapai kondisi penuh.
Pasang resistor 220Ω pada jalur display seven segment untuk membatasi arus LED segmen, dan gunakan resistor 1kΩ pada bagian input sensor atau op-amp untuk menjaga kestabilan sinyal.
Rangkai relay dan solenoid push pull sebagai aktuator pembuka dan penutup tutup tong. Ketika sensor infrared aktif dan tong belum penuh, relay akan menyalakan solenoid untuk membuka tutup. Jika sensor jarak mendeteksi tong penuh, sinyal akan diputus sehingga tutup tidak dapat terbuka lagi.
Periksa kembali seluruh koneksi pada breadboard untuk memastikan tidak ada kabel atau komponen yang terhubung salah. Pastikan polaritas adaptor dan DC buck converter sesuai kebutuhan sistem.
Sambungkan adaptor DC untuk memberikan daya ke seluruh rangkaian, kemudian lakukan pengujian sistemdengan mensimulasikan pergerakan tangan di depan sensor infrared serta menambah dan mengurangi isi tong sampah.
Amati pergerakan tutup tong dan tampilan angka pada display seven segment. Pastikan sistem dapat membuka secara otomatis saat ada objek, menampilkan kondisi kepenuhan dengan benar (0 = kosong, 2 = setengah, 3 = penuh), serta menonaktifkan sensor pembuka saat tong penuh.
b. Hardware [kembali]
c. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
Prinsip Kerja Rangkaian:
Pada sistem tong sampah otomatis, prinsip kerjanya didasarkan pada pemanfaatan sensor infrared (IR) dan sensor jarak SHARP GP2Y0A21YK0F yang bekerja secara terpadu untuk mendeteksi keberadaan objek dan mengontrol mekanisme buka-tutup tutup tong.
Ketika tangan atau objek mendekati sensor infrared, sinyal pantulan inframerah akan diterima oleh penerima (receiver). Perubahan intensitas sinar ini diubah menjadi sinyal listrik yang diteruskan ke IC op-amp LM358 yang dikonfigurasi sebagai buffer (voltage follower). Konfigurasi ini berfungsi untuk menstabilkan dan memperkuat sinyal tanpa mengubah amplitudonya sebelum diteruskan ke relay. Relay bertindak sebagai saklar otomatis, di mana ketika sensor mendeteksi objek, relay akan aktif dan mengalirkan arus ke motor stepper push/pull (atau solenoid), sehingga mekanisme penutup tong sampah akan terbuka. Setelah objek menjauh dan sensor tidak lagi mendeteksi pantulan, relay kembali nonaktif dan motor menutup kembali tutup tong secara otomatis.
Sementara itu, sensor jarak SHARP GP2Y0A21YK0F digunakan untuk mendeteksi keberadaan sampah di dalam tong. Tegangan keluarannya dihubungkan ke op-amp LM358 yang dikonfigurasi sebagai komparator, di mana nilai referensinya dapat diatur menggunakan potensiometer. Ketika sensor mendeteksi jarak tertentu (misalnya tong sudah penuh), sinyal logika HIGH akan dihasilkan dan diteruskan ke IC counter 74192 untuk mencatat jumlah atau kondisi tertentu. Data dari counter kemudian dikirim ke IC decoder 74LS47, yang akan mengubah data biner menjadi tampilan angka desimal pada display 7-segment common anode.
d. Flowchart [kembali]
MODUL 4
MODUL 4
SMART TRASH BIN
Untuk merancang dan membangun sistem tong sampah otomatis (Smart Trash Bin) yang dapat membuka dan menutup secara otomatis menggunakan sensor infrared.
Untuk menampilkan tingkat kepenuhan sampah secara real-time melalui sensor jarak dan tampilan seven segment.
Untuk meningkatkan efisiensi dan kebersihan lingkungan tanpa perlu interaksi langsung dengan tong sampah.
Untuk menerapkan otomatisasi berbasis sensor dan logika digital sebagai bentuk penerapan teknologi cerdas dalam kehidupan sehari-hari.
ALAT
1. Adaptor
Sistem tong sampah otomatis (Smart Trash Bin) merupakan salah satu penerapan teknologi elektronika digital yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kebersihan lingkungan melalui proses otomatisasi. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor untuk mendeteksi keberadaan objek dan ketinggian sampah, kemudian mengolah sinyal tersebut menjadi aksi mekanik dan tampilan digital. Dengan adanya sistem ini, pengguna tidak perlu menyentuh tutup tong sampah secara langsung, sehingga lebih higienis dan praktis digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Komponen utama dalam sistem ini adalah sensor infrared (IR) yang berfungsi mendeteksi keberadaan objek di depan tong sampah. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip pemantulan cahaya inframerah dari pemancar ke penerima. Ketika ada tangan atau objek mendekat, sinar inframerah akan dipantulkan kembali dan diterima oleh sensor, menghasilkan sinyal logika yang digunakan untuk mengaktifkan mekanisme pembuka tutup tong. Dengan cara ini, sistem dapat membuka secara otomatis tanpa memerlukan sentuhan langsung.
Selain itu, sistem dilengkapi dengan sensor jarak analog GP2Y0A21YK0F yang berfungsi mengukur tingkat kepenuhan sampah di dalam tong. Sensor ini bekerja berdasarkan prinsip pantulan sinar inframerah untuk menentukan jarak antara sensor dan permukaan objek di depannya. Semakin dekat posisi sampah terhadap sensor, semakin besar tegangan output yang dihasilkan. Tegangan analog ini kemudian dibandingkan menggunakan op-amp LM358 yang berfungsi sebagai komparator, sehingga sistem dapat membedakan kondisi tong sampah apakah masih kosong, setengah penuh, atau sudah penuh.
Op-amp LM358 merupakan penguat operasional yang memiliki dua kanal dan sering digunakan dalam sistem pengkondisian sinyal. Dalam proyek ini, LM358 berperan sebagai pembanding antara tegangan referensi dan tegangan dari sensor jarak. Dengan menyesuaikan potensiometer, tegangan referensi dapat diatur sesuai kebutuhan agar sistem dapat mendeteksi batas ketinggian sampah dengan akurat.
Untuk menampilkan hasil deteksi secara digital, digunakan IC counter 74192 yang berfungsi sebagai penghitung naik/turun (up/down counter). Counter ini menerima sinyal dari komparator dan mengubahnya menjadi data biner. Data tersebut kemudian diteruskan ke IC decoder 74LS47, yang mengonversi data biner menjadi sinyal yang dapat ditampilkan pada display seven segment. Dengan kombinasi ini, sistem dapat menampilkan angka 0 ketika tong kosong, angka 2 ketika setengah penuh, dan angka 3 ketika tong sampah sudah penuh.
Selain itu, gerbang logika AND (IC 7408) dan NOT (IC 7404) digunakan untuk mengatur logika kerja sistem, khususnya dalam kondisi penuh. Saat tong sampah penuh, logika AND akan memutus sinyal dari sensor infrared, sehingga motor atau solenoid tidak akan membuka tutup tong. Hal ini mencegah sampah meluap dan menjaga sistem tetap aman dari kelebihan kapasitas.
Untuk menggerakkan tutup tong, digunakan relay dan solenoid push pull sebagai aktuator. Relay berfungsi sebagai saklar otomatis yang dikendalikan oleh sinyal dari op-amp, sedangkan solenoid menghasilkan gerakan mekanik membuka atau menutup tutup tong. Ketika sensor infrared aktif, relay akan menyalakan solenoid untuk membuka tutup, dan sebaliknya ketika tidak ada objek, tutup akan menutup kembali.
Agar sistem dapat bekerja stabil, digunakan komponen pendukung seperti resistor, kapasitor, dan DC buck converter. Resistor berfungsi membatasi arus listrik dan membentuk pembagi tegangan, sedangkan kapasitor membantu menstabilkan tegangan pada rangkaian. DC buck converter digunakan untuk menurunkan dan menstabilkan tegangan dari adaptor sesuai kebutuhan tiap komponen.
Secara keseluruhan, sistem tong sampah otomatis ini merupakan integrasi antara sensor, rangkaian logika digital, op-amp, counter, dan aktuator mekanik. Setiap bagian bekerja secara terkoordinasi untuk mendeteksi kondisi lingkungan, mengolah sinyal, dan memberikan respon otomatis. Dengan memanfaatkan prinsip elektronika analog dan digital, proyek ini menjadi contoh penerapan teknologi sederhana yang mendukung gaya hidup modern, higienis, dan ramah lingkungan.
Percobaan
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI a. Prosedur b. Hardware c. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja d. Flowchart e. V...
-
TOILET OTOMATIS DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan bahan 4. Dasar teori 5. Percobaan a) Prosedur b...
-
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan Percobaan ---> ...
-
[Menuju Akhir] [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Bahan 4. Dasar Teori 5....







