1. Prosedur [kembali]
- Membuka Wokwi dan membuat project baru dengan menggunakan board STM32, kemudian menambahkan komponen berupa sensor LDR sebagai input cahaya, servo sebagai aktuator penggerak jemuran, serta push button sebagai pemilih mode sistem, dan resistor sebagai bagian dari rangkaian pembagi tegangan.
- Menyusun rangkaian dengan menghubungkan LDR ke pin analog mikrokontroler (PA0) menggunakan konfigurasi pembagi tegangan (LDR + resistor), kemudian menghubungkan servo ke pin PWM (PA6/TIM3), serta push button ke pin input (PB1) dengan konfigurasi pull-up, dan memastikan semua koneksi VCC dan GND terhubung dengan benar.
- Menuliskan program pada editor Wokwi untuk membaca nilai analog dari LDR menggunakan ADC, dimana nilai tersebut merepresentasikan intensitas cahaya (gelap, sedang, terang), serta membaca input push button untuk mengubah mode sistem.
- Menambahkan logika kontrol pada program
- Menjalankan simulasi dengan menekan tombol start pada Wokwi, kemudian melakukan pengujian dengan:
- Mengubah nilai LDR untuk mensimulasikan kondisi terang dan gelap
- Menekan push button untuk berpindah antar mode (otomatis dan manual)
- Mengamati hasil output dimana:
- Pada mode otomatis, servo akan bergerak sesuai kondisi cahaya lingkungan
- Pada mode manual, servo tetap pada posisi yang dipilih walaupun kondisi cahaya berubah
- Sistem dapat mensimulasikan fungsi jemuran otomatis yang dapat bekerja secara otomatis maupun dikontrol manual dengan baik
2. Hardware dan Diagram Blok [kembali]
1. STM32 Nucleo G474RE
|
Microcontroller |
STM32G474RE (ARM Cortex-M4F) |
|
Operating Voltage |
3.3 V |
|
Input Voltage (recommended) |
5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN |
|
Input Voltage (limit) |
4.5 – 15 V (VIN board Nucleo) |
|
Digital I/O Pins |
±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
|
PWM Digital I/O Pins |
Hingga 24 channel PWM (advanced,
general-purpose, dan high- resolution timers) |
|
Analog Input Pins |
Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit
dengan oversampling) |
|
DC Current per I/O Pin |
Maks. 20 mA per pin (disarankan ≤ 8 mA) |
|
DC Current for 3.3V Pin |
Hingga ±500 mA (tergantung regulator &
sumber daya) |
|
Flash Memory |
512 KB internal Flash |
|
SRAM |
128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
|
Clock Speed |
Hingga 170 MHz |
2. LDR Sensor
LDR atau Light Dependent
Resistor adalah jenis resistor yang nilai hambatannya berubah-ubah
sesuai dengan intensitas cahaya yang mengenai permukaannya, di mana prinsip
kerjanya didasarkan pada fotokonduktivitas yang menyebabkan resistansi menurun
saat terkena cahaya terang dan meningkat saat kondisi gelap. Dalam
implementasinya pada mikrokontroler, LDR biasanya disusun menggunakan rangkaian
pembagi tegangan agar perubahan intensitas cahaya dapat terbaca sebagai sinyal
tegangan analog melalui fitur ADC. Sinyal digital hasil konversi tersebut
kemudian digunakan oleh sistem untuk mengambil keputusan otomatis, seperti
mengatur tingkat kecerahan lampu melalui PWM atau mendeteksi kondisi siang dan
malam pada sistem penerangan pintar.
3. Push Button
Push button adalah komponen sakelar
sederhana yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus
listrik dalam suatu rangkaian dengan cara menekan tombolnya. Pada penggunaan
mikrokontroler, komponen ini berperan sebagai perangkat input digital yang
bekerja berdasarkan prinsip logika high atau low,
di mana status penekanannya dapat dibaca oleh pin GPIO atau digunakan untuk
memicu mekanisme interrupt eksternal. Agar pembacaan sinyal
tetap stabil dan terhindar dari kondisi floating, push
button biasanya dikonfigurasi menggunakan resistor pull-up atau pull-down yang
memastikan level tegangan input tetap berada pada kondisi logika yang jelas
saat tombol tidak sedang ditekan.
4. Motor Servo
Motor servo adalah perangkat aktuator yang dirancang dengan sistem umpan balik tertutup (closed loop) untuk mengendalikan posisi sudut, kecepatan, dan akselerasi poros secara presisi. Komponen ini bekerja berdasarkan sinyal kontrol PWM (Pulse Width Modulation), di mana lebar pulsa yang diberikan ke pin kontrol akan menentukan posisi derajat putaran porosnya, seperti pulsa 1 ms untuk posisi 0 derajat dan 2 ms untuk 180 derajat. Di dalam motor servo terdapat potensiometer internal yang berfungsi mendeteksi posisi poros saat ini dan mengirimkan informasi tersebut ke rangkaian kontrol untuk memastikan poros berhenti tepat pada sudut yang diinginkan, sehingga sangat ideal digunakan pada sistem robotika, kendali kemudi, maupun penggerak mekanik yang membutuhkan akurasi tinggi.
5. Breadboard
Breadboard adalah papan sirkuit tanpa solder yang digunakan sebagai media untuk merakit dan menguji purwarupa rangkaian elektronik secara sementara. Papan ini memiliki lubang- lubang koneksi yang terhubung secara internal (horizontal di bagian tengah dan vertikal di jalur daya samping) sehingga memudahkan pengguna untuk menghubungkan sensor, mikrokontroler, dan komponen lainnya dengan kabel jumper. Penggunaan breadboard sangat efisien dalam tahap pengembangan karena memungkinkan komponen untuk dilepas dan dipasang kembali dengan mudah tanpa merusak jalur sirkuit.
6. Adaptor
Adaptor berfungsi sebagai perangkat
catu daya yang mengubah tegangan listrik AC dari sumber utama menjadi tegangan
DC yang stabil sesuai dengan kebutuhan level tegangan operasional sistem
mikrokontroler.
7. Diagram Blok
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
Prinsip kerja percobaan kedua ini berfokus pada bagaimana sistem merespons perubahan intensitas cahaya secara bertahap, lalu menerjemahkannya menjadi pergerakan servo yang halus (tidak langsung lompat).
Sensor LDR (Light Dependent Resistor) berfungsi sebagai pendeteksi cahaya. Nilai resistansi LDR akan berubah sesuai intensitas cahaya: saat terang resistansi kecil (nilai ADC besar), dan saat gelap resistansi besar (nilai ADC kecil). Nilai analog ini dibaca oleh ADC pada mikrokontroler, kemudian diolah menjadi representasi kondisi lingkungan (terang–gelap).
Berbeda dengan sistem sebelumnya yang memakai threshold (langsung 0 atau 1), pada percobaan ini nilai ADC tersebut dipetakan secara kontinu ke sudut servo. Artinya, semakin gelap kondisi lingkungan, posisi servo akan bergerak sedikit demi sedikit menuju posisi “masuk” (menutup jemuran). Sebaliknya, saat kondisi semakin terang, servo bergerak perlahan ke posisi “keluar” (membuka jemuran). Proses ini membuat gerakan servo menjadi proporsional terhadap perubahan cahaya, bukan sekadar ON/OFF.
Selain itu, sistem juga memiliki mode manual melalui tombol. Ketika tombol ditekan, sistem akan berpindah dari mode otomatis ke manual, sehingga pengguna dapat mengontrol posisi servo secara langsung tanpa dipengaruhi sensor. Namun saat kembali ke mode otomatis, servo akan kembali mengikuti perubahan cahaya secara bertahap.
Dengan demikian, inti dari percobaan ini adalah:
- LDR membaca perubahan cahaya secara analog
- ADC mengubahnya menjadi data digital
- Data diproses dan dipetakan ke sinyal PWM
- PWM mengatur posisi servo secara halus sesuai kondisi cahaya
Hasil akhirnya adalah sistem jemuran otomatis yang bisa bergerak secara smooth dan adaptif terhadap perubahan cahaya, bukan bergerak secara tiba-tiba.
4. Flowchart dan Listing Program [kembali]
5. Video Demo [kembali]
6. Kondisi [kembali]
7. Video Simulasi [kembali]
8. Download File [kembali]
- Download Link Rangkaian Wokwi klik disini
- Download Datasheet STM32 NUCLEO-G474RE klik disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar